ANATOMI TUBUH LARUNG SAMAN
-Ayu Utami-
Hari-hari bagi perawan suci seperti lorong tanpa teks
Menyinari sekaligus mengaburkan
“Itukah anatomi tubuhmu ?”
Kelak akan kubaca dikelembaban sampah Koran bekas di halaman hujan
Gerimis pertama tersesat hinggap di reruntuhan pohon pengetahuan yang tak pernah kekal dan utuh
Kini musim mengantarkan tubuh pohon itu tumbuh di pojok mall, mesum dan penuh bunga-bunga asongan dan kitapun terpaksa menjadi sepasang pengantin
Tergopoh-gopoh berjalan mendaki tubuh bulan,membabat hutan-hutan, membunuh hewan-hewan hingga 40 hari 40 malam,cerita ini berawal
“Bukalah matamu”
“Apakah kau melihat rumah Tuhan”
Tidak,aku tak pernah melihatnya
“Lalu apa yang kamu lihat?”
Aku hanya melihat rumah para juragan
Rumah itu dipenuhi taman-taman dari tulang belulang,di pekarangan anak-anak belajar membaca peradaban dengan pisau di tangan kiri dan telepon genggam di tangan kanan
“Lalu kemana kita akan kerumah?”
Di rahim tanah
“Di mana itu letaknya?”
Perempuanku menengadah ia mengingat-ingat pesan emaknya di runah
“Kelak kalau engkau sampai di
Saat itu tubuhku gemetaran,aku tak paham kata-katanya
“Jangan kau dengar kata-katanya”
Kelak kau akan terluka
“Lalu kita harus bagaimana?”
Menjelang pagi di hari ulang tahunku bunuhlah aku
“Aku tak tega “
Kau harus tega
Besok kukirimi engkau senapan saat tubuhku rebah di tanah dirikan rumah lengkap dengan perabotan kaca, setangkai pulsa ,kerangka bunga,seperti kisah dihalaman buku 1001 malam yang tak lengkap kau baca
Kuinginkan tubuhku kekal di dalamnya (dihari itu pertama kali kulihat engkau tertawa, tak ada air mata, kelak kau akan pahami rumah Tuhan hanyalah sejengkal tanah kelahiran tak ada telepon genggam, tak ada mie instant ,tak ada pohon pernikahan.Dihalaman hanya tumbuh pohon rambutan tempat kau aku akan mengulang kisah kenangan warisan ibumu)
PATI , Januari – April 06
Tidak ada komentar:
Posting Komentar