Pujianto
ZIARAH KERTAS MERAH
-Iwan Simatupang-
Berwaktu-waktu telah kita kumpulkan segelas kesimpulan simbol-simbol kepulangan ayat-ayat akar, daun, pohon-pohon dari legenda masa silam kelam di bawah keranda tandus tanah.Takdir kehilangan kartu nama di ujung benua (pagi tadi sejumlah media mencemaskan seluruh warga
Berapa hari lagi kau baca sejarah tanah leluhur terkubur di koran pagi?
Tanah keruh, tanah jarah, tanah sampah, tanah serapah. Sepanjang jalan menawarkan pesan-pesan kecemasan, huruf-huruf yang tak pernah kukenali, ini hari penuh laknat. ”Apa Tuhan berkhianat?” Kabar apa terkirim ke negeri seberang
Lepaskan! Lepaskan! Lepaskan!
Jarak yang disesatkan waktu sebab jam-jam berhenti meruang dan menyatakan waktu tak pernah ada.
Kepadamu :
Kita tumbuh sebatas bayang-bayang tubuh, rapuh sejauh apa kita kehilangan bahasa, tak ada lagi bangunan rumah bunga.
Konon seluruh pelosok
Pati, Mei 06
Tidak ada komentar:
Posting Komentar